Waskitanusa.com, KLATEN — Delapan gunungan berisi aneka hasil bumi serta 30 tumpeng diarak dalam rangkaian Grebeg Pasar Masaran Cawas, Klaten, Sabtu (20/6/2026) siang. Kegiatan tersebut digelar sebagai ungkapan syukur para pedagang dan warga sekitar Pasar Masaran Cawas.
Ada 20 kontingen yang ikut dalam arak-arakan. Lokasi start dan finis berada di depan panggung utama di depan Pasar Masaran Cawas. Seluruh kontingen berjalan melintasi 3 km jalan utama sekitar pasar.
Rombongan diawali dengan kereta kuda disusul pasukan bregodo dan pembawa puluhan tumpeng. Selain pedagang, kontingen berasal dari berbagai unsur di wilayah Kecamatan Cawas mulai dari pendidikan, keagamaan, perempuan, kelompok kesenian dan lain-lain.
Mereka menampilkan berbagai kesenian, di antaranya drum band, drum blek, angklung hingga jatilan. Selain itu, ada rombongan yang membawa ogoh-ogoh.
Gunungan berisi aneka hasil bumi serta ingkung ikut diarak di antara rombongan kontingen. Sementara itu, warga menyemut di sepanjang tepian jalan yang dilintasi rombongan kirab terutama di sekitar pasar. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembagian sayur dan puncaknya ada rayahan isi gunungan.
Ketua Paguyuban Pedagang Warung Wengi (Wangi) Pasar Masaran Cawas, Riyanto, menjelaskan grebeg pasar tradisional tersebut menjadi agenda rutin tahunan yang digelar pedagang kaki lima (PKL) khususnya paguyuban Wangi.
Paguyuban bekerja sama dengan Pemkab Klaten, pemerintah Kecamatan Cawas, Pemerintah Desa Cawas, pedagang Pasar Masaran serta warga RW 08 Dukuh Noyotrunan, Desa Cawas.
“Tahun ini merupakan penyelenggaraan tahun ke-11. Ini wujud syukur dari para pedagang dan masyarakat sekitar sini atas rezeki yang dilimpahkan Allah. Jadi kami memperingatinya setiap memasuki bulan Muharram,” ungkap Riyanto saat ditemui di sela kirab.
Menggerakkan Ekonomi
Riyanto mengungkapkan grebeg pasar itu bermula ketika paguyuban kembali aktif 11 tahun lalu setelah lama vakum. Untuk menyelenggarakan kegiatan itu, pedagang yang tergabung dalam paguyuban urunan Rp2.000 setiap malam.
“Memang dengan penuh keikhlasan, pedagang. Saling mendukung untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” jelas Riyanto.
Jumlah pedagang sekitar 200 orang di pasar tersebut. Riyanto berharap kegiatan itu bisa terus digelar dan lebih meriah. Lebih dari itu, dia berharap kondisi pedagang lebih baik di tengah kondisi ekonomi saat ini sedang tidak baik-baik saja.
“Semoga dengan adanya ini, kami pedagang-pedagang akan lebih baik, lebih maju dan bisa menciptakan UMKM yang luar biasa. Karena pagi dan malam itu luar biasa sampai ada 200-an UMKM yang ikut terlibat di dalam Grebeg Pasar ini,” kata Riyanto.
Sebelum kirab, sejumlah rangkaian kegiatan sudah digelar. Di antaranya, para pedagang ziarah ke tokoh pendiri Pasar Masaran. Selain itu, pedagang menggelar doa bersama serta selawatan. Sebagai puncak acara, pentas wayang kulit digelar di Pasar Masaran, Sabtu malam.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengapresiasi para pedagang yang tergabung dalam paguyuban Wangi setiap malam urunan untuk menggelar rangkaian kegiatan Grebeg Pasar Masaran Cawas. Selain menjadi pelestarian seni budaya, rangkaian kegiatan itu turut menggerakkan ekonomi UMKM.
“Doa kami yang terbaik pada seluruh sedulur paguyuban Wangi agar kemudian dengan rela berbagi selalu bergotong-royong ini rezeki panjenengan tidak berkurang tapi justru semakin berlimpah,” kata Hamenang.

Leave a Reply