Waskitanusa.com, KLATEN — Ratusan penari dari berbagai usia tampil di rangkaian kegiatan Klaten Menari 2026 yang digelar di pelataran Candi Prambanan, Minggu (3/5/2026). Rangkaian kegiatan itu digelar untuk memperingati Hari Tari Sedunia.
Kegiatan yang digelar Forum Silaturahmi Sanggar Tari Klaten (FSSTK) itu melibatkan 800 penari dari 24 sanggar tari di Klaten. Sejumlah seniman dan maestro tari turut hadir dan berpartisipasi dalam puncak peringatan Hari Tari Dunia itu.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengapresiasi penyelenggaraan Klaten Menari 2026. Dia menyampaikan event tersebut turut memperkenalkan tarian tradisional asli Klaten, Tari Topeng Dalang.
Hamenang juga menyampaikan Pemkab Klaten akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar menjadikan Candi Prambanan sebagai Rumah Tari Nusantara.
“Kami sepakat bahwa tempat ini [Candi Prambanan], bukan hanya peninggalan keagamaan dan kerajaan saja. Namun mari kita jadikan tempat ini sebagai Rumah Tari Nusantara,” ungkap Hamenang berdasarkan keterangan tertulis dari Diskominfo Klaten.
Rangkaian kegiatan itu menarik perhatian pengunjung Candi Prambanan termasuk para turis mancanegara. Tidak hanya menyaksikan penampilan tari yang menjadi bagian dari Klaten Menari 2026, para turis asing dan pengunjung pun ikut menari, menirukan gerakan para penari.
Turis asal Tiongkok, Jonas, kagum dengan penampilan para penari yang sebagian besar masih belia. Dia pun menikmati momen menari tersebut. “Ini kali pertama saya ke Indonesia, dan mendapat suguhan event yang spesial. Apalagi bisa ikut menari bersama penari yang membawakan tarian tradisi di Jawa,” ungkap dia.
Hal yang sama juga disampaikan pengunjung asal Meksiko, Frederico. Bisa menyaksikan pagelaran tari dengan ratusan penari tersebut merupakan momen yang tidak bisa tergantikan. “Saya merasa beruntung bisa menyaksikan event ini, ini momen yang mengesankan bagi saya,” kata dia.

Leave a Reply