Fenomena Pladu di Bengawan Solo, Warga Kampung Sewu Berburu Ikan

Fenomena Pladu di Bengawan Solo, Warga Kampung Sewu Berburu Ikan
Warga menangkap ikan saat fenomena pladu atau ikan mabuk terjadi di Sungai Bengawan Solo, Kampung Sewu, Solo, Rabu (21/10/2026). Fenomena tersebut dimanfaatkan warga untuk mencari ikan menggunakan berbagai alat. (Daerah/J. Howi Widodo).

Waskitanusa.com, SOLO — Sejumlah warga menangkap ikan di aliran Sungai Bengawan Solo saat fenomena pladu terjadi di Kampung Sewu, Solo, Rabu (21/10/2026). Warga memanfaatkan kemunculan ikan yang mudah ditangkap dengan menggunakan berbagai alat.

Pladu merupakan istilah yang dikenal masyarakat setempat untuk menyebut kondisi ikan mabuk atau ikan yang terlihat lemah sehingga lebih mudah ditangkap. Fenomena tersebut menjadi kesempatan bagi warga sekitar untuk mencari ikan di sungai.

Warga terlihat memanfaatkan kondisi aliran Bengawan Solo yang surut untuk menangkap ikan. Mereka mendatangi sungai dan menggunakan alat tangkap sesuai kebutuhan.

Fenomena ikan mabuk di sungai dapat berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan perairan, termasuk penurunan kadar oksigen terlarut atau masuknya bahan pencemar. Namun, penyebab pladu di Bengawan Solo pada kejadian ini perlu dipastikan melalui pemeriksaan kualitas air dan keterangan instansi terkait.

Jika fenomena tersebut berkaitan dengan pencemaran limbah, kondisi itu perlu menjadi perhatian karena dapat mengancam kehidupan ikan dan kualitas ekosistem sungai.

Warga juga perlu berhati-hati ketika menangkap atau mengonsumsi ikan yang ditemukan dalam kondisi mabuk. Kepastian mengenai keamanan ikan memerlukan informasi tentang kondisi perairan dan kemungkinan kontaminasi.

Leave a Reply