Waskitanusa.com, SEMARANG — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang turut mendampingi anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Banyumanik yang diduga menjadi korban kekerasan oleh ibu tirinya. Penanganan kasus tersebut dilakukan bersama unit pelaksana teknis daerah (UPTD) tingkat provinsi karena terduga pelaku diketahui memiliki identitas dari luar Kota Semarang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, dugaan kekerasan yang dialami korban pada Sabtu (17/10/2026) viral di media sosial. Tetangga korban yang setiap hari mendengar suara tangisan dari sebuah indekos menaruh curiga terhadap kondisi bocah tersebut.
Saat berhasil dikeluarkan, bocah laki-laki itu ditemukan memiliki bekas luka di tubuhnya, baik luka lama maupun luka baru. Temuan tersebut mendorong warga melaporkan dugaan kekerasan itu kepada pihak berwenang.
Kepala DP3A Kota Semarang, Pranyoto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mengecek lokasi dan memberikan pendampingan kepada korban. Langkah tersebut dilakukan setelah DP3A menerima informasi mengenai dugaan kekerasan yang dialami anak tersebut.
“Jadi, ternyata yang di Banyumanik itu kekerasannya disinyalir dilakukan oleh ibu sambung. Karena ibu kandungnya menjadi pekerja migran di luar negeri,” kata Pranyoto saat ditemui Espos di Balai Kota Semarang, Selasa (20/10/2026).
Pranyoto menjelaskan identitas terduga pelaku berasal dari luar Kota Semarang. Karena itu, penanganan kasus dilakukan melalui koordinasi dengan UPTD tingkat provinsi, meski DP3A Kota Semarang tetap turut memberikan pendampingan kepada korban.
“Kalau itu warganya kota, memang langsung kita. Tapi kalau domisili atau identitasnya dari luar Kota Semarang, kita komunikasinya dengan provinsi,” paparnya.
Saat ini, korban telah dibawa ke ruang aman dan dipisahkan dari terduga pelaku untuk memastikan keselamatannya sekaligus mendukung proses pemulihan.
Korban juga masih menjalani proses pemulihan psikologis. Trauma yang dialaminya membuat korban membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
“Kondisi korban seperti kita lihat di medsos seperti itu dan masih dalam proses untuk penanganan lebih lanjut. Iya, korban masih trauma,” tandasnya.

Leave a Reply