Waskitanusa.com, SUKOHARJO — Polres Sukoharjo mencatat 1.702 kasus kecelakaan lalu lintas selama periode Januari-Agustus 2026. Kecelakaan lalu lintas tersebut mengakibatkan 58 orang meninggal dunia dan 2.053 orang luka ringan.
Dari angka tersebut, kasus kecelakaan lalu lintas di Sukoharjo didominasi kalangan pelajar. Kasus terbaru, dua pelajar SMP berinisial HNS, 13, dan MAM, 14, meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai bertabrakan dengan truk di Jalan Tawangsari-Weru, Jumat (21/8/2026) petang.
Guna meningkatkan edukasi keselamatan lalu lintas bagi pelajar, Polres dan Pemkab Sukoharjo menggelar seminar keselamatan berlalu lintas bertajuk “Smart Mobility, Smart Technology: Membangun Pelajar yang Tertib Berlalu Lintas dan Beretika dalam Pemanfaatan Artificial Intelligence” di Gedung Menara Wijaya, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 siswa jenjang SMA dan sederajat di Kabupaten Sukoharjo.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengaku prihatin dengan tingginya kasus kecelakaan lalu lintas di Sukoharjo. Apalagi, mayoritas pengguna kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan merupakan kalangan pelajar.
“Kami prihatin. Data menunjukkan rata-rata pengguna jalan yang terlibat kecelakaan merupakan kalangan pelajar,” kata dia.
Menurut Kapolres, aspek keselamatan berlalu lintas harus menjadi skala prioritas para pengguna jalan saat berkendara di jalan raya. Misalnya, mematuhi aturan lalu lintas mulai dari menggunakan helm, tidak menggunakan knalpot brong, hingga tidak melawan arus lalu lintas.
Pelajar Diminta Bijak Manfaatkan Teknologi AI
Kalangan anak muda, terutama pelajar, bisa memanfaatkan teknologi guna mendukung keselamatan berlalu lintas. Salah satunya dengan penerapan artificial intelligence atau AI untuk membuat konten edukasi keselamatan berlalu lintas.
“Jangan gunakan AI untuk membuat konten ugal-ugalan, menyebarkan hoaks kecelakaan, atau memprovokasi balap liar. Jadilah generasi yang menggunakan AI untuk membangun, bukan merusak,” papar dia.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo berharap seminar keselamatan berlalu lintas menjadi momentum bagi generasi penerus bangsa untuk bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Mereka harus memahami dan mematuhi aturan lalu lintas saat berkendara di jalan raya. “Berikan contoh yang baik saat berkendara di jalan raya. Memakai helm, tidak menggunakan knalpot brong, dan tidak ugal-ugalan di jalan raya,” ujar dia.

Leave a Reply