Waskitanusa.com, JOGJA — Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan pembalap Moto3 Veda Ega Pratama dan pembalap Moto2 Mario Suryo Aji di Keraton Yogyakarta, Minggu (19/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, Sri Sultan memberikan doa restu sekaligus wejangan kepada kedua pembalap Indonesia sebelum kembali melanjutkan persaingan pada paruh kedua musim balap motor dunia 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Ahmad Fajar mengatakan kunjungan itu dilakukan untuk mengantarkan Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji bersilaturahmi dengan Sri Sultan sebelum keduanya kembali menjalani seri-seri balapan internasional.
“Mereka sebagai anak Indonesia yang mampu menembus Moto3 dan Moto2 merupakan momentum yang langka, terlebih Veda berasal dari DIY,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari Antara, Senin (20/7/2026).
Menurut Ahmad, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi kedua pembalap untuk memohon doa restu kepada Sri Sultan agar mampu meraih hasil terbaik pada seri-seri balapan berikutnya.
“Indonesia mulai dikenal di dunia melalui kehadiran mereka berdua. Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya,” katanya.
Sri Sultan Minta Veda dan Mario Pantang Menyerah
Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku menaruh harapan besar kepada Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji sebagai pembalap muda Indonesia yang mampu bersaing di ajang balap motor dunia.
“Mereka berdua adalah generasi muda kita, saya memberikan doa restu dan pesan kepada mereka,” katanya.
Sri Sultan berpesan agar kedua pembalap tetap percaya diri, bersemangat, dan pantang menyerah saat menghadapi para pesaing dari berbagai negara.
“Karena sudah memilih menjadi pembalap, jangan mengatakan susah, berat, atau tidak bisa, kalau begitu, sudah kalah sebelum bertanding,” ujarnya.
Ia juga meminta Veda dan Mario untuk terus berjuang serta mengendalikan rasa khawatir sebelum menjalani perlombaan dengan menumbuhkan motivasi untuk meraih kemenangan.
“Harus punya motivasi untuk memenangkan setiap pertandingan, kemauan itu harus muncul dari diri sendiri, karena kami hanya bisa menyampaikan harapan,” katanya.
Menurut Sri Sultan, setiap pembalap harus mampu membangun motivasi dan keyakinan dalam dirinya sendiri sebelum bertanding di level internasional.
“Kalau dirinya sendiri hatinya kecil, ya susah, kemantapan untuk menang itu harus sudah ada,” ujarnya.

Leave a Reply