Rute BST Koridor 2 Dialihkan Sebulan, Simak Jalur Baru dan Penyebabnya

Rute BST Koridor 2 Dialihkan Sebulan, Simak Jalur Baru dan Penyebabnya
Seorang ibu dan anak menunggu bus Batik Solo Trans (BST) di halte Kawasan Halte KPPN Jl Brigjen Slamet Riyadi, Solo, Selasa (30/5/2023). (Daerah/Joseph Howi Widodo)

Waskitanusa.com, SOLO — Rute Batik Solo Trans (BST) Koridor 2 jurusan Stasiun Purwosari–Terminal Palur dialihkan sementara selama satu bulan menyusul proyek perbaikan jalan di kawasan Simpang Empat Panggung, Solo. Pengalihan berlaku mulai Jumat (17/7/2026) hingga Senin (17/8/2026).

Rekayasa lalu lintas diberlakukan karena ruas Jalan Ahmad Yani, tepatnya di segmen Ringin Semar hingga Simpang Panggung, ditutup total selama pekerjaan berlangsung. Penutupan dilakukan untuk mendukung proses pengecoran jalan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Taufiq Muhammad, mengatakan pengalihan rute BST dilakukan karena area di sekitar lokasi proyek harus steril dari kendaraan, terutama kendaraan berbobot berat.

“Di titik itu kan ada pengecoran, jadi di barat titik yang dikerjakan itu minimal 40 meter harus steril. Jadi kan halte terdekat dari titik itu akan terdampak, makanya kita alihkan rutenya dengan sedikit memutar,” kata Taufiq kepada Espos, Senin (20/7/2026).

Jalur Pengalihan BST Koridor 2

Selama proyek berlangsung, armada BST Koridor 2 arah Stasiun Purwosari–Terminal Palur maupun sebaliknya tidak lagi melintasi Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Kolonel Sutarto seperti rute normal.

Sebagai gantinya, armada akan berbelok ke selatan dari persimpangan sebelum jembatan layang (overpass) kereta api melalui Jalan Irian. Selanjutnya bus melintasi Jalan A.R. Hakim, keluar ke Jalan Urip Sumoharjo, kemudian kembali ke Jalan Kolonel Sutarto di sisi timur Simpang Panggung sebelum melanjutkan perjalanan sesuai rute semula.

Dishub Solo mengimbau masyarakat, khususnya pengguna setia BST, agar memperhatikan perubahan jalur tersebut sehingga tidak keliru memilih halte keberangkatan maupun tujuan.

“Kami harap perubahan rute ini benar-benar bisa dipahami oleh masyarakat. Informasinya juga sudah diunggah di berbagai media sosial Dinas Perhubungan, jadi jangan sampai keliru naiknya,” tambah Taufiq.

Sementara itu, Fungsional Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Muda Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo, Chairul Anwar, menjelaskan perbaikan dilakukan karena kondisi jalan di Simpang Panggung telah lama mengalami gelombang akibat tingginya beban kendaraan berat.

“Sebenarnya dari dulu sudah kita masukkan list penanganan dalam paket pemeliharaan jalan. Cuma mungkin karena biayanya cukup besar dan ada prioritas lain, akhirnya selalu kalah prioritas. Di tahun ini alhamdulillah bisa kita laksanakan,” kata Chairul.

Perbaikan difokuskan pada lajur utara Simpang Panggung sepanjang sekitar 45 meter dengan lebar 6,6 meter. Aspal lama akan dibongkar dan diganti menggunakan konstruksi beton rigid pavement agar lebih kuat menahan beban kendaraan berat yang sering berhenti di lampu lalu lintas.

“Estimasi pengerjaan mulai hari ini sampai 17 Agustus 2026. Mudah-mudahan sebelum 17 Agustus sudah bisa open traffic,” ungkapnya.

Proyek senilai sekitar Rp223 juta tersebut merupakan bagian dari paket pemeliharaan jalan yang dibiayai melalui APBD Kota Solo. Selain Simpang Panggung, pekerjaan juga dilakukan di sejumlah ruas lain, seperti Jalan Suharso, Jalan Kapten Mulyadi, hingga kawasan Pura Mangkunegaran.

Selama proses konstruksi berlangsung, pengendara sepeda motor masih diperbolehkan melintas di jalur lambat depan SMKN 1 Solo dengan tetap mengutamakan kehati-hatian.

“Masyarakat juga kami minta bersabar dan mematuhi petunjuk pengalihan arus yang telah disiapkan petugas di lapangan,” tutup Chairul.

Leave a Reply