UIN Saizu Susun Strategi Tingkatkan Reputasi Global

UIN Saizu Susun Strategi Tingkatkan Reputasi Global
Melalui Workshop Strategi Inovasi Institusional untuk Reputasi dan Visibilitas Global, UIN Saizu menyusun berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas institusi sekaligus memperkuat posisi dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia. (Istimewa)

Waskitanusa.com, PURWOKERTO-Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat langkah menuju kampus berstandar internasional.

Melalui Workshop Strategi Inovasi Institusional untuk Reputasi dan Visibilitas Global, universitas ini menyusun berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas institusi sekaligus memperkuat posisi dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia.

Kegiatan yang digelar di Hall Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto, Senin (29/6/2026) tersebut, diikuti oleh 125 peserta yang berasal dari berbagai fakultas, program studi, dan unit kerja di lingkungan kampus.

Kepala Pusat Pemeringkatan dan Reputasi Universitas (PRU) UIN Saizu Purwokerto, Dr. Rina Heriyanti, menjelaskan bahwa workshop ini menjadi langkah strategis untuk memetakan kekuatan sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan berdasarkan standar pemeringkatan internasional.

Menurutnya, pemeringkatan perguruan tinggi tidak sekadar mengejar posisi dalam daftar universitas terbaik dunia, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan tata kelola institusi.

UIN Saizu mengadakan Workshop Strategi Inovasi Institusional untuk Reputasi dan Visibilitas Global. (Istimewa)
UIN Saizu mengadakan Workshop Strategi Inovasi Institusional untuk Reputasi dan Visibilitas Global. (Istimewa)

“Pemeringkatan bukan sekadar angka, melainkan alat diagnosis dan perbaikan mutu yang menjadi bagian dari perjanjian kinerja pimpinan serta kebutuhan strategis untuk memperkuat posisi UIN Saizu Purwokerto di kancah pendidikan tinggi,” ujarnya.

Dia menambahkan, hasil evaluasi dari berbagai lembaga pemeringkatan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan universitas secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Saizu Purwokerto, Prof. Suwito menegaskan bahwa peningkatan reputasi internasional merupakan bagian dari pengembangan institusi sekaligus dakwah keilmuan.

Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan Islam negeri memiliki peluang besar untuk bersaing dengan universitas lain apabila terus meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, serta tata kelola organisasi.

“Kita ingin membuktikan bahwa universitas Islam negeri pun mampu bersaing dan mendapatkan peringkat terhormat. Jika kualitas pengajaran, riset, dan tata kelola terus ditingkatkan, maka posisi di peringkat dunia akan tercapai secara alami,” tegasnya.

Workshop menghadirkan Dr. Elis Ratna Wulan dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, dia menjelaskan berbagai sistem pemeringkatan universitas internasional beserta strategi yang realistis untuk ditempuh UIN Saizu.

Dia menilai perjalanan menuju kampus berkelas dunia harus dilakukan secara bertahap melalui penguatan fondasi, peningkatan kualitas riset, hingga membangun reputasi internasional. Dr. Elis memaparkan empat tahapan utama yang perlu dijalankan, yakni:

1. Tahap visibilitas dan fondasi, melalui keikutsertaan dalam Webometrics dan UI GreenMetric untuk meningkatkan eksposur digital serta komitmen terhadap kampus berkelanjutan.

2. Tahap peningkatan riset, dengan memperbanyak publikasi ilmiah bereputasi yang terindeks Scopus, sehingga dapat masuk dalam pemeringkatan Scimago dan AppliedHE.

3. Tahap reputasi regional, dengan menargetkan masuk dalam QS Asia University Rankings.

4. Tahap puncak global, melalui partisipasi dalam QS World University Rankings (QS WUR) dan Times Higher Education (THE) World University Rankings.

Menurutnya, setiap lembaga pemeringkatan memiliki indikator yang berbeda. Pada QS World University Rankings, penilaian lebih banyak bertumpu pada reputasi akademik, reputasi lulusan di mata pemberi kerja, serta dampak penelitian.

Sementara Times Higher Education (THE) lebih menitikberatkan pada kualitas pembelajaran, lingkungan penelitian, transfer pengetahuan, dan internasionalisasi kampus. Adapun Uniranks berfokus pada visibilitas digital perguruan tinggi, sedangkan QS Stars menjadi instrumen audit menyeluruh terhadap kinerja universitas.

Hingga pertengahan tahun 2026, Pusat Pemeringkatan dan Reputasi Universitas UIN Saizu telah mengirimkan data institusi kepada sejumlah lembaga pemeringkatan internasional, di antaranya QS Stars, QS World University Rankings, THE World University Rankings, dan Uniranks.

Dari hasil evaluasi awal, terdapat sejumlah aspek yang masih perlu diperkuat, antara lain peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor, pengelolaan data alumni yang lebih terintegrasi, transparansi tata kelola universitas, perbaikan rasio dosen dan mahasiswa, serta penguatan lingkungan kampus yang inklusif dan berdaya saing global.

Temuan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program prioritas dalam meningkatkan kualitas institusi. Sebagai tindak lanjut workshop, tim PRU bersama lembaga penjaminan mutu membentuk gugus tugas khusus yang bertugas mengawal pencapaian target pemeringkatan universitas.

Sejumlah strategi yang akan dijalankan meliputi percepatan pencapaian indikator UI GreenMetric, peningkatan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah melalui kolaborasi internasional, serta memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri guna memperkuat penilaian reputasi akademik.

Selain itu, UIN Saizu juga akan terus memperkuat tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, dan inovasi layanan pendidikan sebagai bagian dari transformasi menuju universitas berkelas dunia.

Melalui visi “Unggul, Progresif, dan Integratif”, pimpinan UIN Saizu Purwokerto berharap seluruh strategi yang telah disusun mampu meningkatkan daya saing universitas di tingkat internasional.

Peningkatan reputasi global tersebut diharapkan tidak hanya mengangkat nama institusi, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, menarik minat calon mahasiswa dari berbagai daerah maupun luar negeri, serta mendukung mandat Kementerian Agama agar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri mampu bersaing dan memperoleh pengakuan di tingkat dunia. (NA)

Leave a Reply