Waskitanusa.com, SUKOHARJO — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA secara online di Jawa Tengah untuk tahun ajaran 2026/2027 mulai bergulir pada Rabu (3/6/2026). Kepala SMAN 1 Sukoharjo optimistis proses penerimaan peserta didik baru berlangsung transparan dan bebas kecurangan.
Kepala SMAN 1 Sukoharjo, Harmani, mengatakan pelaksanaan SPMB tahun ini mengusung slogan No Titip No Jastip sebagai komitmen menjaga integritas proses seleksi.
“Saya optimistis pelaksanaan SPMB SMA pada 2026 tanpa kecurangan. Sistem dan petunjuk pelaksanaan SPMB SMA terstruktur sehingga tidak ada celah untuk melakukan kecurangan,” kata Harmani saat ditemui Espos, Rabu (3/6/2026).
Menurut dia, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui sistem resmi SPMB Jawa Tengah. Jalur dan kuota penerimaan peserta didik juga telah diatur secara jelas dalam petunjuk pelaksanaan yang berlaku.
Terdapat empat jalur penerimaan dalam SPMB SMA Jawa Tengah 2026, yakni jalur domisili minimal 33%, afirmasi minimal 32%, prestasi minimal 30%, dan mutasi maksimal 5%.
Harmani menjelaskan mekanisme SPMB tahun ini secara umum tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Perbedaan utama terletak pada penggunaan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), nilai organisasi, dan nilai kejuaraan pada jalur prestasi.
Tahapan SPMB diawali dengan pembuatan akun calon peserta didik pada 3-12 Juni 2026, dilanjutkan verifikasi berkas dan aktivasi akun pada 4-13 Juni 2026.
Setelah akun aktif, calon peserta didik dapat memilih maupun mengubah pilihan sekolah pada 15-18 Juni 2026. Adapun hasil seleksi dijadwalkan diumumkan secara serentak pada 21 Juni 2026.
Untuk jalur afirmasi, seleksi menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1 hingga Desil 4, dengan urutan desil menjadi prioritas dalam proses seleksi.
Selain itu, setiap sekolah negeri juga menyiapkan posko bantuan atau helpdesk guna membantu masyarakat dan calon peserta didik selama pelaksanaan SPMB berlangsung.

Leave a Reply