Waskitanusa.com, BLORA — Seorang ibu rumah tangga berinisial M, 42, ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Selasa (23/6/2026). Polisi menduga korban mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi yang berkaitan dengan rencana pendidikan anaknya.
Kapolsek Kradenan, Iptu Umbaran, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab peristiwa tersebut.
Sebelum kejadian, korban diketahui sempat berada di rumah mertuanya di Kecamatan Kedungtuban. Korban kemudian diantar pulang oleh suaminya ke rumah di Kecamatan Kradenan.
Tak lama kemudian, saat suami dan anaknya kembali ke rumah, korban ditemukan telah meninggal dunia. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian.
“Makanya saat suami dan anaknya datang terkejut. Lalu minta bantuan tetangga, kemudian menghubungi polisi,” kata Iptu Umbaran saat dihubungi Espos, Kamis (25/6/2026) malam.
Polisi Duga Korban Tertekan Persoalan Ekonomi
Umbaran mengungkapkan sebelum kejadian korban dan suaminya sempat membahas rencana anak mereka yang ingin melanjutkan pendidikan di pondok pesantren. Kondisi ekonomi keluarga disebut menjadi kendala untuk mewujudkan rencana tersebut.
“Dijawab suaminya ‘nanti diusahakan, tetapi juga harus lihat kondisi keuangan mampu atau tidaknya’. Tetapi istrinya hanya diam saja,” bebernya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga persoalan ekonomi menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi peristiwa tersebut. Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan.
“Karena tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan pada korban dan korban mengalami kesulitan ekonomi terkait anaknya yang ingin masuk Ponpes,” ucapnya.
Disclaimer:
Bunuh diri bukanlah solusi atas persoalan hidup. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan psikologis atau muncul pikiran untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan. Hubungi layanan SEJIWA 119 ekstensi 8 atau layanan kesehatan jiwa Kementerian Kesehatan di 021-500-454.

Leave a Reply