Anjing Gigit Majikan, Nenek-Anak-Cucu di Mojosari Sragen Alami Luka-luka

Anjing Gigit Majikan, Nenek-Anak-Cucu di Mojosari Sragen Alami Luka-luka
Seorang warga mencoba menangani anjing agresif yang menggigit empat orang di Kampung Mojosari, Sragen Kulon, Sragen, Jumat (24/4/2026). (Istimewa/Samehung Sragen)

Waskitanusa.com, SRAGEN — Tiga orang yang masih satu keluarga, yakni nenek, anak, dan cucu di Sragen mengalami luka-luka akibat digigit anjing peliharaan yang agresif saat berahi. Seorang anggota search and rescue (SAR) yang hendak menolong juga ikut terkena gigitan anjing. 

Akhirnya anjing dapat dikendalikan oleh Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen. Kasus anjing gigit orang itu diungkapkan Kabid Damkar Satpol PP Sragen, Tommy Isharyanto, saat diwawancarai Espos, Sabtu (25/4/2026).

Tommy menjelaskan peristiwa anjing mengigit majikannya ini terjadi pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 14.40 WIB. Dia mengungkapkan anjing diketahui milik Sumarni, 70, warga Kampung Mojosari, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen. Anjing tersebut sudah bertahun-tahun dipelihara pemiliknya.

“Anjing berjenis kelamin jantan tersebut diduga berahi sehingga menjadi agresif. Jadi saking terlalu agresifnya anjing sampai menggigit pemiliknya, Sumarni, kemudian menggigit anak pemiliknya, Indah Dwi Astuti, lalu menggigit seorang bocah berumur enam tahun, Herna Deta Maura Amazia,” ujar dia.

Dia menjelaskan seorang tetangga bernama Budi melihat peristiwa itu langsung meminta bantuan Damkar Satpol PP Sragen untuk mengevakuasi anjing yang mengamuk. Tommy mengungkapkan Tim Damkar bersama PSC 119 Sukowati, Palang Merah Indonesia (PMI), dan anggota SAR Himalawu datang ke lokasi untuk evakuasi anjing agresif.

Luka Tak Beraturan

“Saat proses evakuasi, seorang anggota SAR Himalawu juga terkena gigitan anjing,” jelas Tommy. Tommy mengungkapkan anjing tersebut cukup besar dengan berat badan 15 kg. Proses evakuasi anjing memakan waktu selama 30 menit. Peristiwa anjing mengamuk, jelas Tommy, membuat warga sekitar panik.

Dia mengungkapkan akibat anjing mengamuk, korban atas nama Indah Dwi Astuti, 45, mengalami luka tak beraturan pada lengan bawah tangan kanan, luka sobek di telapan tangan kanan, dan tungkai atas kaki kiri.

Kemudian Sumarni mengalami luka pada siku tangan kiri dan punggung tangan kanan sedangkan bocah berusia enam tahun mengalami luka di pergelangan tangan kanan, jari telunjuk tangan kanan, dan lengan atas tangan kiri.

“Stanilaus Giri Yulianto, 46, anggota SAR Himalawu asal Taman Asri RT 031/RW 014, Kroyo, Karangmalang, Sragen, mengalami luka tidak beraturan pada punggung tangan kanan dan kiri serta luka sobek pada telapak tangan kanan,” kata Tommy.

Leave a Reply